Ijen Creater? Why Not!

01:56:00

Siapa yang tidak tahu Kawah Ijen? Kawah seluas kurang lebih 5000 hektar ini merupakan danau air yang sangat asam terbesar di dunia lho. Nggak cuma itu, kawah ijen juga memiliki fenomena alam yang juga terkenal sedunia. Fenomena blue fire atau api biru ini hanya bisa kita lihat di 2 negara saja, yaitu Islandia dan di Indonesia, tepatnya di Banyuwangi, Jawa Timur. Gimana? Masih kurang bangga sama Indonesia? Karena penasaran, akhirnya saya memutuskan unuk pergi mengunjungi Kawah Ijen. Tapi kali ini sedikit khawatir karena saya beserta rombongan pergi bertepatan dengan musim hujan. Yaitu sekitar bulan Febuari, 2016. Rombongan saya kali ini berbeda lagi. Saya mendapatkan teman yang berbeda saat traveling, kadang beberapa orang saja yang sama tapi tidak selalu. Teman saya ada yang dari Yogyakarta, Sragen, Surabaya, Semarang dan juga Jakarta. Ada beberapa dari kami yang baru saja kenal, tapi seiring berjalannya waktu kami bisa langsung akrab.

Solo, 1 Februari 2016

Pukul 08.00 WIB

Saya berangkat dari Stasiun Purwosari, Solo menggunakan kereta Sri Tanjung ke arah Stasiun Karang Asem, Banyuwangi. Perjalanan memakan waktu sekitar kurang lebih 13 jam untuk sampai di stasiun ini. Sebelumnya kami sudah memesan tempat untuk singgah di rumah singgah Backpacker Banyuwangi yang letaknya sangat dekat dengan tersebut. Rumah singgah Backpacker Banyuwangi ini adalah tempat tinggal yang disediakan untuk para Backpacker. Biaya sewanya nol rupiah alias gratisan. Iya, bener-bener gratis dan bersih. Nggak cuma bersih dan gratis, disini banyak kenalan baru, dari yang turis domestik hingga Internasional ada. Mau cari jodoh? Ada, bisa diatur! Pemilik rumah singgah ini adalah Mas Rahmat beserta istrinya. Kalo ditanyain kenapa kok mau menyediakan fasilitas free seperti ini jawabannya kira-kira seperti ini,

"Yaaa karena saya dulu merasakan susahnya cari tempat tinggal yang cocok mas kalo sedang berada di suatu tempat yang jauh dari rumah saya. Mau tinggal di hotel mahal, mau tidur di jalan tidak nyaman. Seperti merasakan penderitaan backpacker lain, saya merasa terpanggil untuk ini semua, walaupun free tapi terkadang tidak sedikit orang yang memberi bantuan berupa uang. Saya terima mas, karena rejeki jangan ditolak. Hehe" - Mas Rahmat

Jika kalian ingin mengunjungi Banyuwangi, dan bingung mau tinggal dimana Mas Rahmat senang membantu, tapi jangan mendadak. Paling tidak sudah menghubungi jauh sebelum keberangkatan agar disiapkan tempat yang nyaman. Untuk informasinya saya akan taruh diakhir cerita ya.

Banyuwangi, 1 Februari 2016


Pukul 21.00 WIB

Setelahnya sampai di Stasiun Karang Asem saya disambut oleh Mas Rahmat. Dia sangat ramah menunjukan rumah singgah yang baru, sementara yang lama sedang dalam renovasi. Saat itu sedikit gerimis, mungkin Banyuwangi baru saja diguyur hujan lebat sebelum kami datang. Kami bergegas untuk istirahat dan makan malam. Untuk makan kami tidak disediakan oleh Mas Rahmat, tapi beli sendiri di warung sekitar Rumah Singgah. Karena kami tidak memiliki kendaraan untuk pergi kemana-mana, kami memutuskan untuk menyewa motor. Sewa motor juga dapat bantuan dari Mas Rahmat. Selain menyediakan rumah singgah, dia juga menyewakan motor dengan harga Rp 70.000/day. Sebelum memutuskan untuk pergi ke Kawah Ijen malam itu juga, Mas Rahmat memberi sedikit informasi yang kami butuhkan untuk sampai ke tempat tersebut. Walaupun informasi yang diberikan sangat jelas dan terperinci, tetap saja saya dan rombongan membutuhkan GPS untuk membantu kami di perjalanan. Hehe. Selanjutnya saya pergi tidur, sementara yang lain masih mempesiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk tracking dan Banyuwangi masih gerimis.

Pukul 01.00 WIB

Di rumah singgah kami tidak sendiri, ada juga rombongan dari Bali yang ingin mengunjungi Kawah Ijen. Akhirnya kami ikut gabung dengan rombongan mereka biar rame. Kalo rame-rame kan anget. hehe. Banyuwangi masih gerimis tapi tidak terlalu, ini tidak menyurutkan niat kami semua pergi meninggalkan rumah singgah untuk mengunjungi Kawah Ijen. Tempat yang harus kita cari adalah Patulding. Patulding adalah first point pertama kita tracking menuju Kawah Ijen. Dari rumah singgah ke Patulding membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Ada sediki accident di pertengahan jalan. Motor yang dikendarai teman saya Habib mogok. Mesin motor panas dan tidak kuat untuk tanjakan. Padahal medan menuju Patulding adalah jalanan curam. Sementara kami berhenti untuk mendinginkan mesin agar motor dapat jalan lagi dan kami bisa melanjutkan perjalanan ke Paltuding. Sesampainya disana kami mulai perjalanan keatas sekitar pukul 02.30 WIB. Jalur yang kami lewati sedikit licin karena hujan semalam. Sedikit demi sedikit bukit dilewati, banyak tanaman kopi dan pohon pinus sepanjang perjalanan. Katanya untuk sampai di atas membutuhkan waktu 2 jam saja dengan berjalan kaki sejauh 3 km. Biaya tiket masuknya sekitar Rp 10.000/orang.

Pukul 04.00 WIB

Ternyata waktu yang saya butuhkan hanya 1,5 jam untuk sampai di Kawah Ijen. Setelah sampai di atas saya memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu rombongan yang lain datang. Sayang sekali blue fire tidak memunculkan keberadaanya karena kabut tebal menutupi seluruh jalur karena hujan semalam, ini resiko kalau datang saat musim hujan. Tapi tidak apa karena someday saya ingin datang lagi dan melihat blue fire dengan mata saya sendiri. Tak terasa pagi sudah datang, dan Ijen melihatkan betapa megah Kawahnya.

Tips : Melihat kecantikan Blue Fire. Datanglah saat musim kemarau, sekitar bulan July-Oktober, kemungkinan kamu dapat melihat saat musim hujan hanya sedikit, walaupun kadang fenomena ini muncul juga saat musim tersebut. Blue fire dapat dinikmati jam-jam tertentu, saat pukul 00.00 WIB - 05.00 WIB saja. 


Ijen 05.00 WIB 
Udara di atas sangat dingin, bahkan mencapai 5 derajat Celcius

Ijen 06.30 WIB


Di Ijen banyak sekali para penambang belerang. Konon katanya pekerjaan ini adalah salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia loh, karena gas yang ditimbulkan oleh kawah ini sangat beracun dan dapat menyebabkan kematian. Selain itu, disini banyak juga para pekerja yang meregang nyawa yang disebabkan oleh gas tersebut. Salut banget dengan para pekerja yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya menambang di Kawah Ijen ini. Saat istirahat saya sedikit ngobrol dengan salah satu pekerjanya. Saya menanyakan berapa berat belerang tiap angkutnya, dan dia menjawab tiap angkutnya bisa mencapai 80-85 kg. Sontak saya kaget. Bahkan berat saya tidak mencapai angka tersebut. Sangat menakjubkan. "Mau kerja apalagi kalau bukan menambang? Anak dan istri saya dirumah juga butuh makan." katanya. Sayapun sangat terharu mendengar cerita bapak tersebut. Betapa susahnya mencari uang hingga mengorbankan nyawa.

Belerang ini banyak digunakan sebagai bahan dasar kosmetik atau pemutih gula. Jadi untuk para wanita diluar sana inget ya, tanpa para pekerja belerang ini kamu bukanlah apa-apa. Haha. 

Tips : Anti Keracunan di Kawah Ijen. Saat di Kawah Ijen usahakan menyewa masker hitam yang biasanya disewakan disekitar Paltuding. Karena masker biasa saja tidak cukup. Harga sewa masker ini Rp 20.000. Sediki mahal tapi sebanding dengan kesehatanmu.




Pukul 08.00 WIB

Karena matahari semakin tinggi kami memutuskan untuk turun. Jujur saja saya dan rombongan sangat lelah karena kurang tidur. Jadi waktunya kami istirahat. Selama perjalanan turun, pemandangan yang disuguhkan sangat indah. Tidak sadar bahwa seperti inilah pemandangan yang tadi malam saya lewati. Waktu malam memang sangat gelap sehingga tidak nampak sedikitpun. Bahkan untuk jalan susah karena licin dan minim penerangan. 

Tips : Mendaki saat dini hari. Pastikan semua orang dalam kelompokmu membawa penerangan seperti senter atau lampu handphone. Lebih baik jika Headlamp, karena kamu tidak perlu repot-repot membawa, sedangkan tanganmu berguna untuk hal lain.


I have no idea what mountain is


Pukul 09.00 WIB

Finally, sampai juga di bawah! Lalu kami beristirahat sebentar hingga pukul 09.30 WIB kami memutuskan untuk kembali ke rumah singgah. What a tired day, but satisfied.

Info mengenai Rumah Singgah Banyuwangi :
Instagram : @Rumahsinggahbwi
Facebook : Rumah Singgah Backpacker Banyuwangi
Telfon/WA : 081913914231
Owner : Mas Rahmat

Have a great traveling, Thanks for read! Goodbye soon, Pampam! 

You Might Also Like

2 komentar

  1. Kalau untuk harga tiket kestasiun banyuwanginya hrga berapa mas? Thx 4 sharing

    ReplyDelete
  2. Thanks for the information. Great advice for newbie like me. Good luck, Bambang

    ReplyDelete